Semua Tentang Durian



-Pengertian

Buah durian merupakan buah yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan juga Brunei. Oleh ilmuan Inggris, buah durian disebut sebagai raja buah karena memiliki rasa yang enak, manis, gurih, dan lezat. Buah durian telah dikonsumsi oleh masyarakat di Asia Tenggara sejak zaman pra sejarah. Rujukan pertama Eropa tentang durian dicatat pertaa kali oleh Nicole de Conti yang bepergian ke Asia Tenggara pada abad ke 15 (Sunardi, 2006). 

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya.
Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini
-Jenis-Jenis
#DURIAN AJIMAH
Durian ini dikenal sebagai durian bung karno. Konon, karena jenis ini merupakan salah satu jenis durian yang digemari oleh Presiden Pertama RI tersebut. Durian ini dapat ditemukan di daerah Ciomas, Bogor. Bentuk buahnya bulat dengan duri yang besar dan jarang. Kulit buahnya tipis dan berwarna hijau keabuan. Daging buah tebal, berwarna kuning muda, kering, dan teksturnya agak berserat. Rasanya manis agak pahit karena mengandung alkohol. Ponggenya besar, tetapi bijinya kecil. Kebanyakan buahnya tumbuh sempurna. Meskipun berukuran kecil, tetapi jika dibelah berisi daging buah yang padat. Ukuran buahnya tergolong sedang, ratarata beratnya 1,5-3 kg/buah.
#DURIAN CHANEE
Durian ini berasal dari Thailand. Mampu berbuah pada umur 4-5 tahun dengan menggunakan bibit sambung pucuk atau okulasi. Produksinya banyak. Mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan, tetapi tidak tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh phytophthora sp. Buahnya berbentuk bulat panjang dengan duri besar yang tersusun jarang. Beratnya mencapai 4 kg dengan warna kulit hijau. Dagingnya tebal dengan warna kuning keemasan. Rasanya manis, bertekstur lembut, dan beraroma harum sedang.
* Durian Kendil
Durian ini berasal dari daerah Brongkol, Semarang. Namanya dikaitkan dengan bentuknya yang bulat seperti kendil (periuk). Karena bulatnya, durian ini dapat diletakkan dalam posisi berdiri tanpa terguling. Kulit buahnya mudah dibelah. Buahnya terdiri dari lima juring clan setiap juring berisi daging buah yang menyatu sehingga tampak penuh dan padat. Daging buah berwarna kuning, rasanya manis legit, dan aromanya sedang (tidak tajam). Ukuran dan berat buahnya relatif seragam, rata-rata berat per buah antara 33,5 kg. Produktivitas rata-rata per pohon hanya sekitar 5070 buah/tahun.
* Durian Lutung
Jenis durian ini dapat ditemukan antara lain di daerah Kendal. Bentuk buahnya tak beraturan, dari lonjong sampai agak bulat. Ku1it buah berwarna keabu-abuan dengan duri besar, tersusun agak rapat, dan kokoh. Buah durian ini biasanya berjuring lima. Pada masing-masing juring terdapat 1-4 pongge yang berukuran besar. Daging buahnya tebal, cukup kesat, dan berwarna kuning agak krem. Rasanya manis alkoholik dengan aroma yang tajam. Kelebihan durian ini antara lain bijinya kebanyakan kempes. Produksi per pohon kira-kira 100 buah/tahun.
*Durian Perwira
Varietas durian unggul - yang dilepas oleh Menteri Pertanian sekitar pertengahan 1993 - ini berasal dari dari daerah Sinapeul, Majalengka. Buahnya berbentuk bulat dengan kulit relatif tipis dan berwarna hijau. Durinya besar, berbentuk kerucut, serta tersusun rapat. Daging buahnya tebal, berwarna kuning, dan teksturnya kering. Rasanya manis dan aromanya tajam. Jumlah pongge per buah antara 15-20 buah dan hampir semuanya dengan biji sempurna. Bijinya berbentuk bulat telur. Ukuran buahnya relatif besar, antara 2-3 kg. Produktivitas tanamannya tinggi, antara 200-300 buah/pohon/tahun. Varietas durian ini tahan penyakit busuk akar dan agak tahan terhadap hama penggerek buah.
*Durian Petruk


Durian ini berasal dari Randusari, Jepara, Jawa Tengah, dan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional. Bentuk buahnya bulat telur terbalik dengan kulit buah tipis (sekitar 3 mm) berwarna hijau kekuningan. Durinya berbentuk kerucut, kecil, dan rapat. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya manis sekali. Namun, aromanya tidak begitu tajam dan menyengat. Jumlah pongge per buah antara 5-10 dengan biji sempurna 5-10. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Berat rata-rata buah antara 1-1,5 kg. Produksi buah berkisar dari 50-150 buah/ pohon/tahun. Durian ini relatif tahan penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.
*Durian Si Dodol
Jenis durian unggul ini berasal dari daerah Karang Intan, Kalimantan Selatan. Buah durian ini berbentuk bulat dan berjuring lima. Kulit buah berwarna hijau kekuningan dengan duri berbentuk kerucut, tumpul, clan tersusun rapat. Durian ini agak mudah dibelah. Daging buahnya cukup tebal (1,2 cm), berwarna kuning menyala, agak lembek, dan bertekstur halus. Selain manis, daging buahnya mempunyai rasa gurih dan pulen. Jumlah pongge antara 20-25 dengan jumlah biji sempurna 15-20. Di dalam daging buahnya terdapat biji yang kecil dan lonjong. Bobot rata-rata buahnya antara 1,52,5 kg. Produktivitas buah cukup baik, sekitar 100-200 buah/pohon/tahun. Durian ini tahan penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.
*Durian Monthong
Durian ini berasal dari Thailand. Tanaman Durian monthong merupakan tanaman genjah. Mampu berproduksi pada umur 4-5 tahun sejak ditanam dengan bibit asal sambung pucuk. Produksi buahnya cukup banyak. Mampu beradaptasi pada berbagai tempat. Sayangnya, tanaman ini tidak mempunyai ketahanan terhadap penyakit Phytophthora .sp. Bentuk buah bervariasi, dari bulat panjang sampai hampir persegi. Durinya besar dan tersusun jarang. Bobot buahnya mampu mencapai 6 kg. Kulitnya tebal dengan warna hij au. juringnya ada 5. Warna daging buah ada yang kuning emas, ada pula yang krem. Dagingnya sangat tebal dengan rasa manis legit dan aroma harum sedang.
*Durian Otong
Durian ini merupakan varietas introduksi dari Thailand. Durian ini secara resmi telah dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai varietas unggul nasional. Bentuk buahnya bulat panjang dengan kedua ujung agak meruncing. Warna kulit buah hijau kekuningan dengan duri-duri kecil berbentuk kerucut serta tersusun agak rapat. Daging buah berwarna kuning menarik seperti kunyit, agak tebal, kering, dan kurang berlemak. Keistimewaannya, daging buahnya sangat manis clan teksturnya sangat halus. Aromanya sedang dan tidak begitu tajam. Jumlah pongge per buahnya antara 5-15 huah dengan jumlah biji sempurna 5-10. Berat buah dapat men capai 4 kg. Produktivitas tidak begitu tinggi, antara 20-50 buah/pohon/tahun.
-Budidaya Durian

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl,intensitas cahaya 40-50 %, dengan suhu 22-30 0C, curah hujan ideal 1.500 - 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 - 7.


PEMBIBITAN
Pilih bibit tanaman yang subur, segar, sehat, daun banyak, batang kokoh, bebas hama & penyakit, percabangan 2-4 arah dan ada tunas baru

PERSIAPAN LAHAN
Pembukaan lahan sebaiknya pada musim kemarau. Bersihkan alang-alang dan gulma lain serta tanaman keras yang mengganggu masuknya sinar matahari. Lahan miring sebaiknya dibuat terasering. Buat saluran-saluran pembuangan air.

JARAK TANAM
Jarak tanam yang umum 8 x 12 m atau 10 x 10 m

TANAMAN PELINDUNG
Skala luas di tempat terbuka mutlak diperlukan tanaman pelindung,misal lamtoro,turi,gamal,sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan.

LUBANG TANAM
Buat lubang tanam ukuran 50 cm2. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama + 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang matang 20 kg + 5 gr Natural GLIO + 10 kg Dolomit sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam.

PENANAMAN
Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik 
SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk lalu siramkan setiap pohon atau siramkanSUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air per pohon.

PENGAIRAN
Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanaman berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Penyiraman paling baik pagi hari.

PEMANGKASAN
Pangkas terhadap tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.

PEMUPUKAN
Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat, misal sebagai berikut :
Umur (hari)
Pukan (kg/ph)
NPK (kg/ph)
Frekwensi per-tahun
1 – 3
30 - 50
0,5 - 1,0
3 - 4
4 – 6
75 - 150
1,5 - 2,5
2 - 3
15 – 10
200 - 300
3,0 - 5,0
1 - 2


Pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi. Waktu pemupukan pupuk kandang sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman.

Siramkan pupuk organik 
SUPERNASA (0-3 thn) dan POWER NUTRITION (diatas 3 thn) dengan cara sesuai di atas . Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot.

PEMBUAHAN DI LUAR MUSIM
Caranya mengatur pembungaan di setiap pohon durian per blok, yaitu jika menginginkan panen durian bulan Agustus - November, maka sekitar bulan Maret tanaman pada blok diberi pupuk 1,5-2 kg NPK + 1 sendok makan 
POWER NUTRITION per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali.

Selain itu kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika waktu pengeringan turun hujan, tanah di sekeliling tanaman dalam radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air. Setelah bunga mekar dan menjadi buah atau 2 bulan setelah bunga mekar, tanaman diberi pupuk NPK dosis 0,5 - 1 kg per tanaman. Setelah terbentuk buah, usahakan tanaman tidak mengeluarkan tunas daun karena dapat menyebabkan terjadinya perebutan unsur hara antara buah dan daun, sehingga perlu disiram
POWER NUTRITION lagi (1 botol untuk 30-50 pohon).

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifyjMl4BWl8kNjUX2dGA6imkdnGeJgTyXMvoLvITcwyg3uEIF27xyw2xwESkJnlb61BfzjZhln06P2xdK-McRCiFbSGJfPa0akhyphenhyphenrYeCiClU42bJAHE3RWAukYI4e_agc9fIov9sZViMw/s400/panduan+meningkatkan+pembuahan+tanaman+durian+pupuk+organik+nasa+power+nutrition+supernasa+poc+nasa+hormonik.jpgPENYERBUKAN
Tidak semua bunga bisa menjadi buah karena bunga durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga tidak banyak serangga penyerbuk. Selain itu juga tidak semua bunga durian muncul secara bersamaan, padahal penyerbukan berhasil jika serbuk sari dan kepala putik harus matang secara bersamaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penyerbukan buatan, caranya sapukan kuas halus pada bunga mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan varietas yang lain.

PERAWATAN BUAH
Penyeleksian buah setelah berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik, jarak ideal buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Untuk mencegah kerontokan buah setelah buah berumur 10 hari sejak terbentuk, lebih bagus jika diberikan pupuk makro NPK (0,5-1 kg/pohon) ditambah 
POWER NUTRION (1 botol untuk 30-50 pohon)
-Hama Dan Penyakit
HAMA
Penggerek buah
  • Ciri :  telur diletakkan pada kulit buah dan dilindungi oleh jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua.
  • Penyebaran : serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodik setiap menjelang musim kemarau.
Lebah mini
  • Ciri : hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan sayapnya bergaris putih lebar. Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama hama tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah serangga ini mencari makan dengan cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda.
Ulat penggerek bunga ( Prays citry )
  • Ulat ini menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah.
  • Ciri: ulat ini warna tubuhnya hijau dan kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu dan bertubuh langsing.
  • Gejala: kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut.
Kutu loncat durian
  • Ciri: serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benang-benang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro.
  • Gejala: kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.
Penyakit
Phytopthora parasitica dan Pythium complectens
  • Penyebab : Pythium complectens, yang menyerang bagian tanaman seperti daun, akar dan percabangan.
  • Penularan dan penyebab : penyakit ini menular dengan ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang terluka. Penularan terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organik yang terangkut air.
  • Gejala: daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk. Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
Kanker bercak
  • Penyebab : Pythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang dan kayu. Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dengan butir-butir tanah atau bahan organik yang tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35°C.
  • Gejala: kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
Jamur upas
  • Gejala: pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan mainya cabang






-Pengolahan Durian
~Es Ketan Duren
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPterooqhT2yeaagKcRO7X2NTQOonusR0dKYmn3sARroDLxYE-Yy4dHh0voWt4SThKYflDBPZng1pEKB5BjjXF7dDOsP7V9ER-FagwfnDpwPppKu-y6ESzVRPYZfMvzipV_xWKtY_AXmc/s1600/Es+Ketan+Duren.jpg
Bahan :
150 gram beras ketan, direndam 1 jam 
100 ml air mendidih + 3 tetes pewarna hijau 
250 gram durian 
150 gram gula pasir 
500 ml santan dari 1 kelapa 
es serut

CARA MEMBUAT :
  1. Didihkan air dan pewarna hijau. Tambahkan ketan. Aduk sampai terserap. Kukus ketan sampai matang. Sisihkan.
  2. Buat saus: didihkan santan, gula, dan durian sambil diaduk sampai mendidih. Angkat dan dinginkan. 
  3. Sendokkan ketan ke dalam mangkuk. Siram dengan kuah durian. Sajikan dengan es

~SERABI SAUS DURIAN
http://www.sajiansedap.com/images/detail/1319422129detail_JIUNG_73-06_SERABI_SAUS_DURIAN_ABBO_08.jpg
Nikmatnya serabi yang disajikan dengan pelengkap saus dengan rasa durian terasa lebih mantap saat disantap selagi hangat.

bahan-bahan/bumbu-bumbu :
275 gram tepung terigu protein sedang
3/4 sendok teh garam
2 butir telur, dikocok lepas
8 tetes pewarna hijau
725 ml santan dari 1 butir kelapa, direbus
1 1/2 sendok teh baking powder
bahan saus:
100 gram gula merah, disisir halus
50 gram gula pasir
300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1/4 sendok teh garam
2 lembar daun pandan
150 gram daging durian
5 tetes esen durian

Cara Pengolahan :
  1. Aduk rata tepung terigu, garam, dan telur. Masukkan pewarna hijau dan santan hangat kuku sedikit-sedikit sambil dikeplok-keplok 20 menit sampai santan habis. Diamkan 30 menit. Masukkan baking powder. Aduk rata.
  2. Tuang adonan ke atas cetakan serabi dari tanah liat yang telah dipanaskan. Diamkan sampai berlubang.
  3. Tutup cetakan serabi dari tanah liat. Biarkan kue matang.
  4. Saus: rebus gula, santan, dan garam sampai mendidih. Saring. Rebus lagi dengan daun pandan dan daging durian sampai mendidih. Tambahkan esen durian. Aduk rata.
  5. Sajikan serabi dengan saus durian.

Untuk 22 buah
DURIAN GORENG KEJU
http://www.sajiansedap.com/images/detail/1292828317detail_JIUNG_138-08_DURIAN_GORENG_KEJU_ABBO-SU04.jpg
Goreng kue dalam minyak yang panas agar kue mengembang.

bahan-bahan/bumbu-bumbu :
200 gram daging durian, dihaluskan
125 gram tepung terigu protein sedang
30 gram tepung maizena
1 sendok teh baking powder
1 butir telur, dikocok lepas
25 gram gula pasir
1/4 sendok teh garam
75 ml susu cair
minyak untuk menggoreng
100 gram buttercream untuk olesan
50 gram keju cheddar, diparut panjang untuk taburan

Cara Pengolahan :
  1. Aduk rata semua bahan.
  2. Sendokkan adonan bentuk bulat dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang. Goreng sampai matang. Dinginkan.
  3. Oles tipis dengan buttercream.
  4. Gulingkan di keju cheddar parut.
Untuk 25 buah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar